top of page

Pasti Ini Kerjaan Illuminati

  • Gambar penulis: Rahman Hanif
    Rahman Hanif
  • 13 Sep 2015
  • 3 menit membaca

Baru aja baca postingan tentang 21 pengendalian Illuminati di dunia dan nomor 12 adalah they control knowledge = mereka mengendalikan pengetahuan.

Dan salah satu sumber pengetahuan yang paling kredibel setelah wikipedia adalah kamus.

Jadi, disuatu pagi yang cerah, terdapat berita yang tidak mengejutkan tapi entah kenapa gue iseng membacanya:

Jakarta - Pengamat politik yang juga Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, mengkritisi sikap Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang ...

Sekilas, berita itu baik-baik aja. Namun ada kata yang semestinya tidak ada dalam kalimat tersebut. "MENGKRITISI". Kata tersebut tidak pernah ditemukan ada, baik di dalam KBBI (2001), KUBI Badudu-Zain (1994), maupun KUBI Poerwadarminta (1984). Begitulah, gue lebih meilih kamus dalam bentuk cetak karena dari sisi medianya bersifat solid dan statis serta penggubahannya lebih tercatat daripada dengan bentuk digital, baik online maupun offline #dictionariesHipster #HumbleBrag.

Kata tersebut tidak ada di dalam entri kritis atau kritisi. Kata yang tercantum dan yang paling mendekati hanya kata "mengkritis".

Gue yakin kata tersebut dihapus oleh Illuminati untuk membatasi pengetahuan umat manusia.

Seperti kata orang, cintailah musuhmu, maka gue beranikan diri buat pake KBBI Daring Kemendikbud terus coba lihat apa arti dari "kritis". Hasilnya :

kri·tis : a 1 bersifat tidak lekas percaya; 2 bersifat selalu berusaha menemukan kesalahan atau kekeliruan; 3 tajam dl penganalisisan; meng·kri·tis v menjadikan kritis thd; ke·kri·tis·an n perihal kritis

Dalam pencarian arti kata "kritisi", hasilnya memuaskan yaitu "Kaum Kritis".

Menurut Buku Pelajaran Bahasa Indonesia kelas 2 SD, awalan me- berfungsi sebagai pembentuk kata kerja (verba) aktif, baik transitif (memerlukan objek) maupun taktransitif (tidak memerlukan objek). Kesimpulan awal gue adalah mengkritisi berarti menimbulkan kesan seperti seseorang yang 1 bersifat tidak lekas percaya; 2 bersifat selalu berusaha menemukan kesalahan atau kekeliruan; 3 tajam dl penganalisisan.

Apakah tidak cukup jika mereka menggunakan kata "mengkritik" yang berarti mengemukakan kritik; mengecam? Apa karena unsur kegregetan kata seperti pada kata "mencermati" sebagai turunan dari kata "cermat"?

Pasti karena analisis gue soal makna mengkritisi. Orang-orang nggak mau disebut "mengecam" pemerintah. Mereka lebih suka disebut kaum yang telah melakukan "analisa yang tajam" terhadap pemerintah. Terkesan nggak lebih dari sekedar penghalusan bahasa.

Yap. Ini adalah cara illuminati melakukan pembiasan makna informasi, digunakanlah penghalusan bahasa. Seperti menertibkan (penghalusan dari menggusur), menggagahi (penghalusan dari memperkosa. Really? Apanya yang gagah dari pemerkosa), tunasusila (penghalusan dari pelacur), atau prasejahtera (penghalusan dari bokek). Illuminati melakukan hal ini agar kita rancu dan bias dalam memaknai informasi dan agenda mereka berjalan tanpa kita sadari (atau kita sadari dengan makna yang berbeda).

Ternyata, tidak hanya disitu. Illuminati terus memberikan kerancuan dalam KBBI. Mereka telah ikut campur terlalu jauh dalam Bahasa Persatuan kita.

Lihat kata "meneladani"

me·ne·la·dani v 1 memberi teladan: guru hendaklah ~ murid-muridnya; 2 mengambil teladan:ibu itu berharap agar putri-putrinya akan dapat ~ R.A. Kartini;

Asem. Bagaimana mungkin satu kata memiliki makna yang bertentangan. Memberi dan mengambil. Jika kita bermaksud untuk bilang, "ibu itu berharap agar putri-putrinya akan dapat ~ R.A. Kartini", kenapa tidak sekalian menggunakan "meneladankan". Seperti menokohkan (menjadikan tokoh) atau mengidolakan (menjadikan idola).

Dan, untuk membatasi tulisan ini agar gue nggak membongkar agenda mereka lebih jauh di dalam KBBI, mereka menggunakan tanda seru (!) 3 kali -tidak cukup dengan 1 buah tanda seru(!) - untuk menekankan bahwa kata yang gue cari benar-benar dihapuskan dan jangan mempertanyakan apapun kenapa kata yang gue cari tidak ada dalam entri.

Kenapa 3? Karena illuminati disimbolkan sebagai mata di dalam segitiga. Segitiga yang terkenal adalah segitiga biru. Biru itu menggambarkan langit atau laut. Langit dan laut digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang luas. Luas dari segitiga adalah 1/2 x alas x tinggi. Konstanta pada rumus tersebut adalah 1/2. 1/2 menggambarkan lambang illuminati yang hanya menggunakan 1 buah mata dari 2 buah mata yang dimiliki manusia. Dan mata itu berada di dalam segitiga. Sudut dari segitiga berjumlah 3. Kebetulan?

ILLUMINATI CONFIRMED. WAKE UP INDONESIA.

 
 
 

Postingan Terakhir

Lihat Semua
Membaca Fakta G30S/ PKI

30 September 2015, tepat 50 tahun peringatan sejarah Peristiwa Gerakan 30 September (G 30 S) tahun 1965 yang didalangi oleh Partai...

 
 
 
Melihat Banjir Jakarta

MUSIM hujan sudah datang. Berita tentang banjir Jakarta bermunculan kembali di surat kabar. Pemerintah pun masih terus berusaha...

 
 
 

Komentar


Urip iku

Urup

© 1602
Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara

bottom of page