Budi Oetomo di Arsip Nasional
- Rahman Hanif

- 21 Mei 2017
- 5 menit membaca
1908, Mei – Oktober : Organisasi belajar yang berbasiskan murid-murid STOVIA. Kemajuan bagi Hindia merupakan semboyan yang bimbang, apakah berpijak pada Jawa dan Madura ataukah buitengewesten, bersuku bangsa Jawa atau seluruh penduduk Hindia, dan siapakah yang memimpin: orang tua atau orang muda?
1908 – 1909, Oktober – Oktober: Beragam anggota: radikal, konservatif, dan moderat. Hanya di Jawa dan Madura. Tidak berpolitik, tetapi berkecimpung sebagai lembaga pendidikan. Dari “perjuangan untuk hidup” menjadi “ perkembangan yang harmonis”.
1909 – 1912, Oktober - ... : Keseragaman anggota: bupati, pribumi, guru, dan pejabat pemerintah. Kelangkaan pemimpin dan dana. Jumlah anggota menurun. Kepengurusan cabang melemah. Para Bupati mulai mendirikan organisasi sendiri. Hanya menerbitkan tengah-bulanan Goeroe Desa dan petisi pemerintah untuk perbaikan kualitas pendidikan.
1912 – 1914 : Darmo Woro—organisasi sponsor beasiswa—berdiri. Keanggotaan majemuk.
1914 -1916 : Merintis Indie Werbaar, kunjungan ke Belanda 1916 – 1917.
1916 – 1918 : Volksraad berdiri pada Desember 1916. Perang Dunia I terjadi. Van Limburg Stirum merilis kebijakan Janji November.
1918 – 1935 : Pamor menurun. Bergabung—ikut mendirikan—Partai Indonesia Raya (Parindra)
Bahwa organisasi itu secara relatif bebas dari prasangka keagamaan dan kemandekan tradisi, selanjutnya hasratnya untuk memajukan kecerdasan, serta kebenciannya terhadap kepatuhan yang membabi buta dan sikap masa bodoh—semuanya itu mencerminkan aspek-aspek terbaik etos Jawa dan juga modernisme Belanda. Oleh sebab itu, ..., ... paling tanggap terhadap kecenderungan sikap progresif dalam Politik Etis Belanda. Dari sudut ini, sungguh tepat, Engelenberg yang menganggap bahwa, hanya Boedi Oetomo yang merupakan satu-satunya “anak angkat” sejati dari Politik Etis.
Arti penting Boedi Oetomo tidak terbatas sebagai organisasi yang hanya bermanfaat bagi pemerintah kolonial. Kemampuannya yang istimewa untuk berfungsi sebagai jembatan antara para pejabat kolonial yang maju dengan kaum terpelajar Jawa, merupakan sumbangan tidak ternilai bagi masadepan Indonesia (1989: 257).
A. Inventaris Arsip Grote Bundel Algemene Secretarie 1891 – 1942
2167. 1918-11-29 Verbaal 60 Berkas 1968. De nadere aanwyzing verbanningsplaats van Pangeran Ario Hadiningrat 1917 – 1918.
2642. 1927-10-18 Verbaal 10 Berkas 2482. De hooger onderwijs ordonnantie en Reglement Geneeskundige Hoogeschool te Batavia 1925 – 1926.
3276. 1939-02-02 Verbaal 34 Berkas 2934. De wijziging van Raden Mohamad Aripin/ Raden Soerjodiprodjo het verleend ontslag uit ‘s Landsdienst in een eervol ontslag 1932 – 1939.
3336. 1939-06-20 Verbaal 19 Berkas 3009. Voornoemd zich Raden Mas Toemenggoeng zal mogen noemen en schrijven “Raden Mas Toemenggoeng Poerboeatmodjo Adisoerjo” 1938 – 1939.
4761. 1914-06-06 Verbaal 1438 Berkas 4290. De vraag over bestrijding van het opium gebruik en de beslissen of voor bovenbedoeld striven de tussenkomst van vereenigingen als Boedi Oetomo en Tiong Hwa Tsong Hwee 1908 – 1914.
4774. 1914-09-30 Verbaal 2377 Berkas 4391. De inwerkingtreding van de reorganisatie van STOVIA 1907 – 1914.
4842. 1916-06-07 Verbaal 1428 Berkas 4318. De positive verbetering voor de Inlandsche artsen 1915 – 1916. De Afvaardiging Indie Werbaar in Nederland
4933. 1919-04-07 Verbaal 923 Berkas 4424. Het advies nopens de beschouwingen en voorstellen van het lid van de afvardiging van het Comite “Indie Werbaar” de Heer T. Lash, inzake het middelbaar onderwijs in de Minahasa 1917 – 1919.*
5157. 1924-12-27 Verbaal 2777 Berkas 4783. De ontwerp-begroting van de Bataviaschen Gezondheidsdienst 1925 1919 – 1924.
5445. 1932-11-05 Verbaal 2994 Berkas 4999. De uitoefening van particuliere praktik door geneeskundige ambtenaren 1931 – 1932.
5483. 1933-11-13 Verbaal 3114 Berkas 5027. De regentenconferentie 1933.
5652. 1936-04-14 Verbaal 759 Berkas 5557. De Inleidende nota’s over de practijk van den overdracht van de landszorg voor volksgezondheid en onderwijs ten behoeve van de Regentenconferentie 1938 1937 – 1938.
B. Inventaris Arsip Museum Sono Budoyo/ Java Instituut 1909 – 1977
Java Instituut berdiri pada 4 Agustus 1919 di Surakarta sebagai hasil Congress voor Javaansce Cultuurontwikkeling pada 5 – 7 Juli 1918. Perhelatan ini terjadi karena prakarsa Mangkunegara VII dan Boedi Oetomo cabang Soerakarta. Pada 17 Desember 1919, Gubernur Jenderal mensahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumahtangga.
0016 Aneka ragam berkas antara lain dua kopi surat Brandts Buys kepada J. Van Gelderen, Maret 1922, 1916 – 1924. 1 omslag.
0096 Korespondensi, Huruf: D. 10 lembar.
0147 Korespondensi, Huruf: A; B; C, 1930. 1 omslag.
0178 Korespondensi, Huruf: A; B; C; D. 1930, 1931. 1 omslag.
0331 Korespondensi; permintaan nomor percobaan dan permintaan menjadi langganan Majalah Timboel; Huruf: A; B; C. 1927. 1 omslag.
0376 Surat/ berita lamaran menjadi atau berhenti sebagai pelanggan Timboel dan pindah alamat; beberapa daftar nama orang yang ingin menerima nomor contoh Timboel. 1927, 1929. 1 omslag.
0404 Korespondensi perihal administrasi Majalah Timboel tentang pelbagai masalah, terutama tetang penawaran tulisan dan iklan; Huruf: A. 1928. 1 omslag.
0633 Korespondensi; Huruf: B. 1921. 1 omslag.
0745 Korespondensi, antara lain tentang persiapan kongres di Jogjakarta, 24 – 27 Desember 1924; Huruf: B. 1924. 1 omslag.
0777 Berkas tentang Kongres Java-Instiuut di Jogjakarta pada Desember 1924 antara lain tentang permintaan Java-Instituut kepada Dewan Pengurus Boedi Oetomo dan Jong Java untuk menyebarkan sirkuler. 1924. 1 omslag.
0848 Korespondensi, antara lain tentang keanggotaan Java-Instituut, berlanggangan majalah-majalah terbitan Java-Instituut, dan Kongres Java-Instituut, Desember 1929; Huruf: B. 1929. 1 omslag.
0917 Korespondensi; Huruf: B. 1932. 1 omslag.
0999 Korespondensi; Huruf: B. 1933. 1 omslag.
0027 Surat-surat Wediodinigrat (Dr. Radjiman) kepada S. Kopenberg pada 1917 – 1920. 8 lembar.
0083 Korespondensi dari R. M Noto Soeroto, Prangwadono, dan Radjiman pada 1917, 1922, dan 1923. 9 lembar.
0108 Surat dari Mangkoenagoro VII, pada Februari – Desember 1927. 5 lembar.
0171 Korespondensi antara S. Kopenberg, Dr. Radjiman, dan Mangkoenagoro VII tentang kemungkinan Majalah Timboel ditutup ataukah diteruskan pada 1930. 8 lembar.
0464 Surat J. S. Brandts Buys kepada S. Kopenberg pada 8 Agustus 1930 tentang Majalah Timboel Nomor 1 dan 2 Tahun IV; dan Lampiran Naskah Tajuk Rencana Timboel IV dan Mosi Boedi Oetomo pada 5 Januari 1930. 1 omslag.
0524 Surat Dr. Radjiman [Wedyodiningrat] dari Paris kepada S. Kopenberg pada 28 Juli 1931. 3 lembar.
0525 Konsep surat S. Kopenberg kepada Dr. Radjiman pada 7 Desember 1931 beserta 2 kopi surat S. Kopenberg kepada Percetakan “Mars” November 1931 tentang pembayaran ongkos cetak Majalah Timboel. 3 lembar.
0571 Konsep surat S. Kopenberg kepada Dr. Radjiman Wediodiningrat pada 1932. 2 lembar.
0675 Korespondensi dengan cabang-cabang Boedi Oetomo mengenai peserta pada Kongres di Bandoeng pada 17 – 19 Juni 1921. 1 omslag.
0777 Berkas mengenai Kongres Java Instituut di Jogjakarta pada Desember 1924, antara lain tentang permintaan Java Instituut kepada Dewan Pengurus Boedi Oetomo dan Jong Java untuk menyebarkan sirkuler. 1 omslag.
1202 Korespondensi dengan Dr. Soetomo mengenai pagelaran rombongan pemusik India pada 1935. 3 lembar.
1886 Surat Wanito Oetomo kepada Pangreh Kring Java Instituut Ngajodjo di Jogjakarta pada 1914. 1 omslag.
2288 Korespondensi Ir. Soekarno dari Penjara Soekamiskin di Bandoeng dan dari Endah dengan S. Kopenberg pada 1927 – 1936. 1 omslag.
0675 Korespondensi dengan cabang-cabang Boedi Oetomo tentang peserta pada Kongres di Bandoeng, 17 – 19 Juni 1921. 1920, 1921. 1 omslag.
C. Data Informasi Arsip Foto Koleksi KIT Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta
1110/ 076 Rumah Pangeran Hario Mangkunegoro VI.
0415/ 028 Mangkunegoro VII dan iring-iringan merayakan 40 tahun pemerintahan Pakubuwono X di Surakarta.
1097/ 078 Ario Prabu Prang Wedono Mangkunegoro VII.
0324/ 074 Bagian dari upacara Prang Wedono Mangkunegoro VII di Surakarta pada 1924.
0225/ 056 Dr. Radjiman dan istri di Hotel Slier Surakarta.
0225/ 032 Hoesein Djajadiningrat pada 1920 di Jawa Tengah.
0111/ 064 Kaum Pergerakan dan penduduk pada 1030 di Jawa Tengah.
0324/ 076 Kedatangan Prangwedono Mangkunegoro VII dan keluarga di Solo pada 1924.
0224/ 088 KPGAA Mangkunegoro VII dan Ratu Timur di Jawa Tengah.
1197/ 014 Mangkunegoro dan istri pada 1920 di Surakarta.
0224/ 082 Prangwedono dan Ratu Timur di Kraton Yogyakarta.
0225/ 048, 0225/ 054 Prangwedono dan Ratu Timur pada 1920.
0324/ 078 Prangwedono meresmikan masjid baru pada 1924.
0225/ 040 Prangwedono, Partini, dan Husein di Solo pada 1920.
0225/ 046 Prangwedono, Ratu Timur, dan para istri pejabat pada 1920.
0225/ 038 Prangwedono pada 1920 di Surakarta.
0369/ 070 R. G. P. A. A. P. Prangwedono pada 1920 di Surakarta.
D. Data Informasi Arsip Foto Koleksi KIT Wilayah Batavia
0824/ 045 Laboratorium Ilmu Kedokteran di Salemba Batavia.
0110/ 054 Praktek mahasiswa kedokteran pada 1920.
0114/ 082 Pusat Laboratorium Ilmu Kedokteran pada 1929.
0366/ 090 Sekolah Tinggi Kedokteran di Salemba.
0313/ 016 Anggota Volksraad: Raden Adipati Ario Achmad Djajadiningrat, Prangwedono, Pangeran Mangkunegoro
Komentar